Senin, 01 Februari 2016

BISA MINTA TOLONG MAS, BELIKAN AKU PEMBALUT? KISAH ISNPIRATIF

BISA MINTA TOLONG MAS, BELIKAN AKU PEMBALUT? KISAH ISNPIRATIF

Cewek: “Bisa minta tolong, Mas?”
Cowok: “Tentu, apa sih yang tidak kulakukan untukmu…”
Cewek: “Tolong belikan pembalut sepuluh bungkus.”
Cowok: “Hah? Kalau itu gimana ya? Kenapa tidak Adik sendiri, Mas kan lelaki, malu kalau beli begituan.”
Cewek: “Kalau begitu minta tolong segera nikahi aku, Mas. Ini justru akan menunjukkan betapa gagahnya Mas sebagai lelaki…”
Cowok: ” Hah! Nikah? Kan butuh modal, Dik. Kita pacaran saja, sembari Mas mengumpulkan modal.”
Cewek: “Nikah itu modalnya cuma niat, mahar secukupnya, penghulu, wali, ijab kabul dan saksi. Apa ada yang memberatkan?”
Cowok: “Mahar kan butuh biaya, lagipula pernikahan kita mesti dipestakan biar tidak malu sama tetangga.”
Cewek: “Mahar itu semampu lelaki, Adik tidak minta yang banyak. Seperangkat alat shalat sudah lebih dari cukup. Kita juga tidak perlu merasa malu pada tetangga karena tidak bisa buat pesta, tetapi kita harusnya merasa malu kepada Allah karena telah sekian lamanya pacaran, padahal jelas hukumnya haram, karena ke mana-mana berdua, saling bersentuhan meski cuma jabat tangan, saling merayu lewat telepon bukankah ini semua zina?”
Cowok: “Terus nanti setelah nikah, kita makan apa?”
Cewek: “Karena kita tinggal di Indonesia, maka makanan pokoknya nasi. Apa mas belum tahu hal sederhana ini? Kalau masalah rezeki, Allah sudah menjamin. Buktinya selama ini Mas sanggup beli bensin, traktir makan, beli pulsa dan hadiah ulang tahun, lalu kenapa takut tidak sanggup memberi makan?”
Cowok: “Rumah kita bagaimana?”


Cewek: “Ngontrak tak masalah, daripada kita di rumahkan di neraka jahanam karena terlena bujukan syetan atas nama pacaran.”

NASEHAT BUAT SUAMI DAN ISTRI

NASEHAT BUAT SUAMI DAN ISTRI
“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.

Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja.

Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas.

Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.

Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya.

Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah.

Kakeknya mengatakan, jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.

Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.

Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur….

“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.

“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.

Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu.

Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan. Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, dia bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktivitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, untuk mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku.

Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku, di kala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.

Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?
Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata.

Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Allah azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodohku.”

Tanpa terasa air mata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.

Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. Tak lama kemudian ia pun terlelap.

***

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.

Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”

Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.

Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.

“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.

“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.

“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.

Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku, tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku.
Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Allah azza wa jalla serta membahagiakanku.

“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu.

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah azza wa jalla yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah azza wa jalla. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota’ayun waj’alna lil muttaqina imamma


Senin, 04 Januari 2016

PERNIKAHAN BUKANLAH SURGA YANG DIJANJIKAN

PERNIKAHAN BUKANLAH SURGA YANG DIJANJIKAN
Banyak yg mengeluh setelah menikah, banyak yang meragukan janji Nabi betapa BERKAHNYA Pernikahan, KENAPA???
Karena banyak yg beranggapan bahwa pernikahan adalah surga yang dirindukan atau yang dijanjikan... Padahal pernikahan adalah jalan pintas bagi suami atau istri utk mendapatkan tempat spesial di Surganya Allah swt. Tentunya bagi mereka yang berhasil menjadi suami seperti Nabi atau bagi istri yang mampu mencontoh kesabarannya para istri nabi.
Maka bersabar, bersabar, bersabar, dan bersyukur, bersyukur,dan bersyukur lagi, lagi, dan lagi bahkan sampai akhir, adalah merupakan komponen utama jika surga yang anda rindukan itu ingin engkau Rajud dan dapat dipastikan Jannah Firdausnya pun merindukanMu. 
Peluk cium utuk bidadari surga anda...


Kamis, 19 Februari 2015

MUKMIN YANG KUAT LEBIHBAIK DAN LEBIH DICINTAI ALLAH DARIPADA MUKMIN YANG LEMAH

Segala puji kita haturkan kepada Allah Subhana wa Ta’ala Dzat Yang Maha Hikmah dan ilmuNya meliputi segala sesuatu. Sholawat serta salam semoga senantiasa terhatur kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kepada, istri-istri, keluarga, sahabat dan umat beliau.
Al Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya,


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنِ الأَعْرَجِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ».


Abu Bakr Bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair telah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan, ‘Abdullah bin Idris telah mengabarkan kepada kami dari Robi’ah bin Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A’roj dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, Dia mengatakan, ‘Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda’,
“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah, (namun) pada keduanya ada kebaikan. Besemangatlah (mengerjakan/terhadap) hal-hal yang bermafaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan jangan malas. Jika sesuatu (yang buruk) menimpa dirimu maka janganlah katakan ‘seandainya aku tadi melakukan ini dan itu’tetapi katakanlah Qodarullah (ini adalah takdir Allah) dan apa yang dikehendakinya pasti terlaksana. Karena jika engkau mengatakan ‘seandainya’ maka engkau akan membuka jalan bagi amalan syaithon”[1].
 Faidah-Faidah dari Hadits Di Atas :
Adanya penetapan bahwa Allah Subhana wa Ta’ala memiliki shifat mencintai yang sesuai dengan kebesaran Allah, shifat ini berhubungan dengan orang-orang yang dicintai dan juga setiap orang yang menegakkan kecintaan kepadaNya. Hal ini diambil dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ)
Hadits ini menunjukkan bahwa iman itu mencakup aqidah yang tertanam di dalam hati, perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Hal ini disimpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ), (احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ) dan (لَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ). Dan inilah defenisi iman menurut Ahlu Sunnah wal Jama’ah. (silakan lihat tulisan kami yang berjudul ‘iman adalah…….’ di : http://alhijroh.com/aqidah/iman-adalah/)
Iman bertambah dan berkurang. Hal ini dapat kita simpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ).
Seorang mukmin itu bertingkat-tingkat derajatnya. Hal ini dapat kita simpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ).
Perkara yang bermafaat itu ada dua jenis, [1]. Perkara Agama dan [2]. Perkara dunia. Seorang hamba membutuhkan perkara dunia demikan halnya ia juga membutuhkan perkara agama. Maka poros kebahagiaan itu adalah bersemangat untuk mendapatkan kedua hal tersebut namun harus dibarengi dengan adanya isti’anah (meminta pertolongan) kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Perkara yang bermanfaat berupa perkara agama/akhirat terbagi menjadi dua hal yaitu, [1]. ‘Ilmu Nafi’ (ilmu yang bermafaat) yaitu apa yang ada di dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ilmu inilah yang dapat memberikan kebahagian di dunia dan di akhirat.
[2]. ‘Amal Sholeh yaitu amal yang terkumpul padanya dua hal yaitu ikhlas
kepada Allah dan Mutaba’ah kepada Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Adapun perkara yang bermafaat di dunia maka seorang hamba Allah haruslah mencari rizki dengan menempuh jalan/metoda yang layak dan paling bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu hal ini berbeda-beda sesuai personnya. Kemudian hendaklah ia mencarinya diniatkan untuk memenuhi hak-hak bagi jiwa raganya pribadi dan/atau hak orang-orang yang menjadi tanggungannya (semisal anak, istri, orang tua yang telah papa) agar dapat terhindar dari meminta-minta dari manusia lainnya.
Ketika mencari rizki hendaklah dia tidak semata-mata bersandar pada kemampuannya, kecerdasannya maupun akalnya. Namun hendaklah dia menyandarkan urusannya kepada Allah dan berharap Allah mudahkan baginya serta memohon agar rizki yang dicarinya mendapat berkah dari Allah Subhana wa Ta’ala.
Adapun berkah pada rizki dapat saja terjadi dalam bentuk/tanda rizki tersebut [1] rizki tersebut menjadi faktor yang memperkuat ketaqwaan seorang hamba dan niat baiknya, [2] rizki tersebut diletakkan ditempat sebagaimana mestinya yaitu pada tempat yang wajib atau mustahab, [3] rezki yang dimilikinya dapat memudahkan urusan orang, semisal memberikan tempo bagi orang yang memiliki hutang padanya.
Kewajiban ridho terhadap takdir Allah setelah dia mencurahkan segenap kesungguhannya. Sehingga apabila sesuatu yang kurang menyenangkan hatinya menimpa dirinya maka dirinya akan merasa lapang dan tenang tentram sehingga bertambahlah imannya.
Adapun hukum penggunakan kata (لَوْ) ‘seandainya’ maka hukumya berbeda-beda tergantung niatnya. [1]. Jika diucapkan pada keadaan yang seseorang tersebut tidak mungkin lagi mendapatkannya maka pertakaan (لَوْ) ‘seandainya’ akan membuka pintu bagi amalan syaithon. [2]. Demikian juga halnya jika digunakan untuk menghayalkan/berharap keburukan dan maksiat. [3]. Adapun jika digunakan untuk mengharapkan/berharap kebaikan atau untuk menjelaskan ilmu yang bermanfaat maka terpuji.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat
[Disadur dan diterjemahkan dari Kitab Bahjah Qulub Al Abror syaikh ‘Abdur Rohman bin Sa’di hal40-46 terbitan Dar Al Kutub]
Aditya Budiman bin Usman (Semoga Allah menjauhkan kami dari api neraka)


Bahaya Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

Duduk merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh semua orang di semua lapisan umur. Banyak sekali waktu telah di habiskan pada kegiatan yang satu ini. Berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Bagi pekerja kantoran, banyak sekali pekerjaan yang harus mereka selesaikan dengan hanya duduk di ruang kerja. Begitupun bagi yang hobi berinternet, duduk selama berjam-jam pun tidak akan pernah mereka sadari. Padahal, ada fakta mengejutkan bahwa terlalu lama duduk pada aktivitas harian akan membahayakan kesehatan tubuh dan mengundang berbagai penyakit mematikan. Lalu, apa saja bahaya terlalu lama duduk bagi kesehatan tubuh tersebut....???
      Sahabat, tips kesehatan.Menurut the Diabetes Group at the University of Leicester, terkuak fakta bahwa seseorang yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk yang terlalu lama akan memiliki resiko besar terserang penyakit diabetes, jantung dan memperpendek usia. Para peneliti tersebut juga menyarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan untuk mengurangi atau menghilangkan berbagai efek buruk dari terlalu lama duduk tersebut. Menurut Prof Stuart Biddle dari loughborough University, mereka yang pergi ke tempat gym setelah seharian duduk memiliki kesehatan tubuh yang lebih baik daripada mereka yang langsung menonton televisi setelah seharian duduk dalam pekerjaannya.
     Kehidupan yang serba mudah di era di gital memang berdampak positif dalam hal mempercepat semua pekerjaan seseorang. Namun, tidak berdampak positif pada peningkatan kualitas kesehatan pada tubuh. Ini dikarenakan, rutinitas yang kita lakukan banyak dilakukan di depan komputer maupun laptop yang mengharuskan seseorang untuk duduk dalam waktu yang relatif lama. Berbagai solusi dapat kita lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai dampat buruk akibat terlalu lama duduk tersebut.
Rutin berolahraga pagi selama 30 menit merupakan tips untuk menyehatkan seluruh anggota tubuh dan persendian anda. Anda dapat memulainya dengan berjalan santai, berlari pelan, bersepeda atau bahkan berenang.
Bagi pekerja kantoran, usahakan untuk memberikan jeda beberapa menit saat beraktivitas selama kurang lebih setengah jam. Dengan melakukan aktivitas jalan di tempat atau berjalan-jalan sebentar keluar ruangan kerja anda.
Bagi peselancar dunia maya atau yang hobi berinternet, maka berikan istirahat pada organ mata dan berjalanlah keluar ruangan selama beberapa menit setelah duduk selama 30 menit di depan layar komputer atau laptop.
Terlalu lama  menonton televisi akan memaksa seseorang untuk duduk dengan durasi waktu yang lama. Oleh karena itulah, bersegeralah mematikan televisi saat jam tidur malam telah tiba atau batasi untuk menonton acara televisi untuk hidup yang lebih sehat.  

Rabu, 04 Februari 2015

MINYAK URUT UNTUK ANAK TERLAMBAT BERJALAN/ TELAT JALAN/




Khusus untuk anak anak yang  terlambat berjalan :

Proses pembuatan 
          
1. Minyak ini terbuat  dari bahan baku yang berasal dari  kelapa hijau.
2. Setelah itu dari kelapa hijau itu di ambil minyaknya.
3. Kemudian minyak yang sudah di tanak  direndam selama 3 hari 3 malam.

Siap untuk diurutkan khususnya digunakan kepada anak yang belum bisa berjalan.

KHASIAT DAN KEGUNAAN
            Adapun khasiat dari miyak urut kelapau hijau ini ialah:
1. Memperkuat tulang anak-anak yang lemah karena dibawa lahir.
2. Menghillangkan rasa pegal-pegal karena keletihan dan menormalkan kembali saraf2 yang     tegang
3. TRAUMA MEMBUAT ANAK "MOGOK" JALAN


penjelasan lebih lanjut bisa dikunjungi webbwerikut ini ...
http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Kok-Anakku-Belum-Jalan-Juga
 

Oleskan keseluruh tubuh atau bagian yang sakit sambil diurut dari atas kearah bawah,
Anak yang belum bisa berjalan  Insyaallah akan lekas berjalan dan bagi bapak/ibu atau saudara/i  yang merasa pegal-pegal badan kecapean, ataupun terasa kaku akan terasa bugar kembali.





Bagi yang berminat silahkan dihubungi
via Telp. / whatsApp
hp:
 0822.7213.7170
0852.9737.4865 (WA)



Selasa, 21 Oktober 2014

PACARAN BOLEH NGGAK SIH

PACARAN BOLEH NGGAK SIH
kenapa sih harus pacaran?


-ada yang bilang, punya pacar perlu biar ada yang merhatiin..
itu ortu selama ini ngurusin dianggap apa ya
-ada juga yang bilang,  pacaran biar ada yang anterin ke sana kemari..
hihihi ini pacar apa tukang ojek
-buat yang alasan  pacaran biar semangat belajar..
menurut saya ini nggak adil banget untuk ortu kalian. kenapa?
berapa lama sih kenal pacar? apa yang aja yang sudah diberikan dia? bandingkan dengan kebersamaan dan apa yang sudah diberikan ortumu.
kebersamaan dengan ortu dan begitu banyak yang sudah mereka berikan. kenapa ortu nggak cukup menjadi motivasi belajar?
-atau pacaran perlu biar nggak seperti beli kucing dalam karung. kenyataannya, lama pacaran nggak menjamin langgeng pernikahan.
Ada remaja yang jawab pas ditanya kenapa  pacaran?
mumpung ada yang mau, Mbak
-atau  pacaran karena gengsi. yang lain sudah punya pacar kok saya belum.
kesannya nggak laku
Satu hal, kualitas dirimu tidak ditentukan oleh apakah kamu punya pacar atau tidak.
Punya pacar itu ada resikonya... mood naik turun. kalau pacar nggak perhatian, nggak cantumin status relationship di FB or twitter
-resiko lain dari pacaran siap-siap patah hati...
serius!
Jadi jangan  pacaran kalau nggak mau sakit hati, buang-buang waktu, air mata dan energi.
Pacaran nggak mendekatkan ke pintu surga.


-manfaatkan usia muda bukan untuk pacaran dan galau . tapi gali potensi untuk berprestasi dan mewujudkan mimpi diri dan orang tua.
Terbukti: pada akhirnya cinta kasih ortu dan keluarga yang paling tulus. kenapa harus mencari yang belum tentu murni?
-buat dirimu berharga, jadi muslim dan muslimah yang multi fungsi, berdaya bagi keluarga, bangsa dan umat. waktu nggak terbuang untuk pacaran.
-gunakan masa sebelum nikah untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan-Nya, menggali potensi yang ada dalam dirimu . ingat, laki-laki baik untuk perempuan yang baik.
bisa tanpa  pacaran.
-lalu benarkah pacaran nggak ada positifnya sama sekali? well, layakkah menempuh hal yang dilarang-Nya dengan alasan apapun?
dikutip dari Buku Twitografi Asma Nadia. semoga bermanfaat
Cara Pesan Online:
Gabung ke grup klik www.facebook.com/groups/tokoasmanadia
Top of Form

Bottom of Form