Tarif Toll Jakarta-Ciujung mengalami kenaikan dari yg semula...
Minggu, 15 Mei 2022
Minggu, 30 Mei 2021
Perbandingan Biaya tarif Tol BSD bandara Soekarno-Hatta
Dari BSD ke Sukarno Hatta bisa via Tol Kunciran dan Tol lingkar Luar Barat/ Meruya.
Via kunciran totalnya 27.000. pintu 1: 7000 dan pintu ke-2: 20.000
Kalau dari Bandara via Meruya menuju BSD sedikit lebih mahal. Pintu 1 24.000 dan pintu ke-2 7000, total 31.000.
Jadi bagi saudara" yg mau ke bandara dari BSD lebih baik dan ekonomis via Tol Kunciran.
Demikian pengalaman yg kami rasakan hari ini...
Semoga bermanfaat...
Sabtu, 30 Juni 2018
TAROMBO
TAROMBO OMPU NIOMPU LUBIS PAKANTAN
Opung Moyang H.M. Nasir vs Rusiana
Opung Moyang H.M. Nasir vs Rusiana
1 Pinomparna: Keturunannya
1.Mahmud, di Brandan
1.Mahmud, di Brandan
2Kari hamzah, di Talancat Pakantan
3Sutan kasha, Jambaten Pasar,
4Sri maana, (cundarek)
5Nurmiah, Pakantan (Maramompang)
6Nur aini di Tebing
7Ummi kalsum di Medan
a.Mahmud VS …
1. Sapiatun
2. Peah
3. Fadil
4. Jamilah
5. Mauled
6. Butet, guru SD
b.Karihamzah vs Fatimah
- M. Nasir
- Arba Syukri (Suhri)
- Awal Djubri
- Rahmatsyah
c. Sutan Kasha vs bu Jawa
- Ucok, di Dume
- M. Nasir, di Dume
- Sumiati, di Pakantan (oluk pasar)
- Erna wati di Dume
- Nurdil alm.
- M. Yamin alm.
- Nur jannah
- Pahmi di kt. Nopan
d. Sri maana vs …
1. Lokot
: Sali, Riduan,Tapi Lanniari
: Sali, Riduan,Tapi Lanniari
2. Bidor
3. Rosmina
: bg Nasir di JKT
: bg Nasir di JKT
4. Sahdan
e. Nurmiah vs Bastari Lintang
1. amal bakri, Dume
2. maurni ati
3. yursa, umang bg sasir garepes
4. idar
5. pendi
6. amrin
7. ahmad
8. adi
9. ilyas
f. Nuraini vs …
1. farida
2. butet, sukaramai
3. antok, Malaysia
4. agus
5. titi
6. lolom
7. alm. Siantar
8. nilam
Ummi kalsum vs …
1. Herman
2. Ibrahim
3. Butet, pedal
4. Keneng
5. Tulng ucok
6. Kecil
7. Ros
8. Sawal
9. Lena
Fatimah, ompung gandak Taancat vs Abd. Qodir. Tukang gambar
- Mahyar anakna bg Lukman
- Indun anakna Ida, Kunni, Ahmad, Aser
- Samsi
- Sanusi
Opung Kari Hamzah vs opung menek kotobaru 1
oluk Taing jakarta. anakna: Dedi, Ulsa,Tika dan Ari.
Opung Kari Hamzah vs opung menek kotobaru 2 (anggina)
darwinbutet
dll ...
Rabu, 25 Oktober 2017
Jumat, 07 April 2017
SEPENGGAL KISAH PERJALANAN HIDUP AL FAKIR BERSAMA ISTRI TERCINTA
SEPENGGAL
KISAH PERJALANAN HIDUP AL FAKIR
“Jangan
berputusasa dari rahmatnya Allah SWT”
Hidup adalah perjuangan. Ungkapan inilah yang
selalu tertanam dalam lubuk hati yang terdalam yang juga senantiasa
terngiang-ngiang dalam ingatanku sampai sekarang. Kisah ini persisnya di
pergantian tahun 2016 ke 2017, di permulaan bulan di tahun baru 2017. tepatnya
adalah tanggal 06 Januari 2017. Ia adalah merupakan a’inul Huzni (tahun
kesedihan) bagiku dan keluargaku. Hari-hariku terasa penuh dengan ketidak
pastian, gundah gulana, sedih bercampur cemas, penuh harap semuanya bercampur
aduk rasanya tanpa arah dan tujuan yang pasti seakan akan langit rasanya mau
runtuh ingin menimpaku, bagaimana tidak...! kala itu adalah menjelang penantian
harapan yang sudah lama ditunggu-tunggu dikala
saat bahagia yg sudah dekat di depan mata dengan seketika langsung sirna hilang
dari pelupuk mataku yang berubah menjadi lautan airmata. Peristiwa ini terjadi
diasaat penantian serta harapan yang selama ini saya nanti nantikan yaitu istri
tercinta yang merupakan bahagian dari tulang rusuk penulis, tautan hati, tempat
mencurahkan kasih sayang dan juga anak
saya yang kembar telah diambil oleh
Allah yang maha kuasa dan berkehendak atas tiap-tiap diri hambanya.
Penulis
teringat dengan ungkapan presiden ke 3 RI yaitu Baharuddin Jusuf Habibie
mengatakan bahwa separoh dari hidupku telah hilang. Pantas kalau beliau
ungkapkan seperti itu, karena setelah ditinggal oleh istri beliau tercinta ibu
Ainun beliau sangant merasa kehilangan, dimana sosok yang telah menemani beliau
selama empat puluh delapan tahun baik itu dikala senang maupun susah,
perjuangan dalam menjalani bahtera rumah tangga yang penuh dengan warna warni
kehidupan. Begitulah ungkapan hati yang paling dalam yang spontan dari ucapan
beliau ketika saat itu penulis saksikan dalam program tayangan MATA NAJWA yang
bertema "Habibie Hari ini". Bagaimana tidak seorang istri yang solehah yang setia, senantiasa menjaga, merawat keluarga bukan saja suaminya semata, beliau
merupakan teman berjuang yang senantiasa siap setia mendampingi bukan hanya
waktu senang bahkan dikala kondisi saaat-saat situasi yang benar-benar sulit.
Dalam
artikel ini penulis tidak bisa bercerita banyak mengenai sosok Habibie yang menurut penulis
beliau adalah arang yang sangat inspiratif juga besar jasanya terhadap tanah air tercinta
indonesia. Sampai ada seorang yang penulis temukan menulis tentang beliau dengan judul buku
“orangnya kecil tapi otak semua.” Kalau ingin melihat pelajaran yang banyak
dari sosok beliau dlam menjalani kehidupan berumah tangga kita bisa dapatkan
dalam buku beliau yang berjudul “Habibi Ainun” bahkan sekarang sudah disajikan
dalam bentuk film yang diskajikan dengan menarik ioleh sutradara untuk mengenang kembali sekilas perjalanan perjuangan seorang Habie mulai dari masa lajang hingga ia berkeluarga .
Penulis
bersama istri tercinta yang bernama Nurjamilah resmi menjadi suami istri tanggal 20 maret 2016. setelah itu kami berangkat dari kampung halaman menuju ibukota, menjalani
kehidupan berumah tanggga di daerah yang sama sekali masih asing bagi istri penulis. Beliau adalah sosok yang sangat tegar
dalam menghadap apasaja yang terjadi. Setelah kami menikah alhamdulillah
sebulan kemudian setelah kami periksa ternyata allah memberikan rezeki kepada
kami yaitu janin yang sudah ada dalam kandungan beliau. Selama hamil muda ia
masih mengajar di sebuah sekolah TK Al-Fath yang jaraknya cukup dekat dari
rumah kami tinggal. Karna kandungan yang semakin besar akhirnya saya minta
supaya beliau istirahat dan fokus menjaga kehamilannya.
Pada awalnya beliau
berberat hati dan bahkan menangis ketika saya minta untuk berhenti. Setelah
penulis berikan pemahaman akhirnya beliau mau untuk istirahat. Penulis katakan
bahwa rezeki itu datangnya dari allah dan itu sudah diatur.
sebagaimana yang Allah SWT jelaskan dalam firmannya:
Dan yang telah menentukan kadar masing-masing lalu menunjukkan. QS. Al A'la:3
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang bunyinya:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)
Ayah yang berusaha,
bunda bantu dengan berdoa, insyaallah rezeki kita tidak akan diambil oleh orang
lain. Jangan takut kalau kita kelaparan karena rezeki kita sudah dijamin oleh
Allah SWT, bahkan binatang melata sekalipun juga sudah ditentukan rezekinya.
Kesibukan
saya sehari-hari selain mengajar juga masih melanjutkan kuliah pogram doktor di
sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Beliau sanganat mendukung saya untuk menjadi orang yang sukses dalam dunia
akademis. Beliau menginginkan penulis untuk menjadi seorang guru besar. Disela
sela waktu beliau juga masih mengajar anak-anak ngaji di musholla dekat rumah.
Ketika
kami periksa kandungan istri ternyata bayi kami adalah kembar. Seperti pada
umumnya bahwa sebelum lahiran namanya sudah disiapkan yaiti Syamil azzuhri dan
Syafik azzuhri.nama ini lah yg selalu penulis dengar ketika beliau mengelus
perutnya mengajak janin tersebut untuk mendengarkan suara ibunya, degan
panggilan syamil. ketika sibayi lagi aktif bergerak-gerak di perut beliau
selalu meminta kepada penulis untuk di usap-usap perutnya sembari dibacakan
ayat-ayat al-Quran dan shalawatan.
Setelah
penulis melakukan berulang-ulang alhamdulillah kembali normal, sambil bunda
tersenyum tertawa dengan mengatakan: ayaaah,,, syamilnya udah diam, syamil takut sama ayah...
begitulah
yang sering kami lakukan jikalau sikecil lagi aktif dalam kandungan beliau.
Persiapan kelahiran satu persatu sudah
tersedia, mulai dari perlengkapan pakaian bayi, bedak-bedak dan yang lain sudah
disiapkan semua, bahkan baju2nya sudah dicuci disetrika dan sudah ditaruh di
tempat yang mudah dikangkau kalau nanti sudah lahiran.
Ketika
kami sedang berbincang-bincang beliau selalu nanya kemana nanti anak kami akan
di sekolahkan.
Kebersamaann itu berlangsung hanya sepuluh bulan, merupakan kebersamaan cukup singkat bersama istri
tercinta. Nurjamilah sudah mendahului penulis menghadap kepada yang maha Hidu., namun kenangannya itu terasa begitu sukar terlupakan dan mungkin tidak akan bisa sirna dari hadapan penulis walaupun beliau sosok yang sebentar mendampingi penulis namun kenangannya akan penulis bawa sampai ajal yang akan menjemput hingga mempertemukan kami kembali.
Namun seketika yang penulis rasakan adalah bahwa beliau itu seperti pergi kesuatu tempat yang akan kembali bertemu lagi disuatu saat yang tepat. Yaaa...
disaat yang tepat. Penulis yakin bahwa beliau memanti penulis untuk kami bersama kembali dialam yang abadi. Bagaimaan penulis tidak sedih dengan kepergian beliau, sebagaimana rasulullah Muhammad SAW juga sedih tatkala ditinggal khadijah istri tercintanya. Ada ungkapan-ungkapan yang sangant berkesan senantiasa terngiang-ngiang sampai sekarang yang selalu diucapkan ketika penulis tiba di rumah, selepas pulang kuliah maupun selepas mengajar yaitu: “Ayah sudah Pulang”, kata-kata ini yang diucapkan berulang-ulang dengan nada yang nyaring lagi keras oleh beliau istriku tercinta. Biasanya nanya-nanya apa oleh-oleh yang penulis bawa.
Namun seketika yang penulis rasakan adalah bahwa beliau itu seperti pergi kesuatu tempat yang akan kembali bertemu lagi disuatu saat yang tepat. Yaaa...
disaat yang tepat. Penulis yakin bahwa beliau memanti penulis untuk kami bersama kembali dialam yang abadi. Bagaimaan penulis tidak sedih dengan kepergian beliau, sebagaimana rasulullah Muhammad SAW juga sedih tatkala ditinggal khadijah istri tercintanya. Ada ungkapan-ungkapan yang sangant berkesan senantiasa terngiang-ngiang sampai sekarang yang selalu diucapkan ketika penulis tiba di rumah, selepas pulang kuliah maupun selepas mengajar yaitu: “Ayah sudah Pulang”, kata-kata ini yang diucapkan berulang-ulang dengan nada yang nyaring lagi keras oleh beliau istriku tercinta. Biasanya nanya-nanya apa oleh-oleh yang penulis bawa.
Seteh
disambut dengan senyuman dan candaan ringan biasanya setelahnya baru makan
bareng yang memang selalu penulis usahakan supaya bisa makan bersama. menjelang beberapa hari sebelum wafatnya, ada beberapa tindakan yang diluar kebiasaan yang penulis perhatikan seperti: Beliau sangat rindu kepada almarhum ayah kami Sulaiman. sampai disuatu malam beliau bermimpi kata beliau bahwa ayah kami memanggilnya. Dilain waktu juga ketika disaat bersama beliau beberapa kali minta maaf kepada penulis, dengan mengatakan:
Ayaaah bunda mohon maaf, kami telah merepotkan Ayah....
Ya Rabb...
Hamba mohon kepada-Mu jaga dan kasihanilah Istri dan anak hamba tercinta.
kalau Engkau tidak izinkan kami untuk hidup bersama di dunia yang fana ini
satu pintaku ya RAbb...izinkan kami bertemu kembeli dihari yang abadi ...
Amiin ....
Ayaaah bunda mohon maaf, kami telah merepotkan Ayah....
Ya Rabb...
Hamba mohon kepada-Mu jaga dan kasihanilah Istri dan anak hamba tercinta.
kalau Engkau tidak izinkan kami untuk hidup bersama di dunia yang fana ini
satu pintaku ya RAbb...izinkan kami bertemu kembeli dihari yang abadi ...
Amiin ....
Minggu, 05 Maret 2017
TAROMBO OMPU NIOMPU LUBIS PAKANTAN
Opung Moyang H.M. Nasir vs Rusiana
Opung Moyang H.M. Nasir vs Rusiana
1.
Mahmud,
brandan
2.
Kari
hamzah
3.
Sutan
kasha
4.
Sri
maana
5.
Nurmiah,
pakantan Maramompang
6.
Nur
aini
7.
Ummi
kalsum
a.Mahmud VS …
1.
Sapiatun
2.
Peah
3.
Fadil
4.
Jamilah
5.
Mauled
6.
Butet,
guru sd
b.Karihamzah vs
Fatimah
- M. Nasir
- Suhri
- Awal djubri
- Rahmat syah
c. sutan kasha vs bu
Jawa
- ucok, dume
- M. Nasir,dume
- Sumiati, oluk pasar
- Erna wati dume
- Nurdil alm.
- m. Yamin alm.
- Nur jannah
- Pahmi kt. nopan
d. Sri maana vs …
1.
lokot
2.
Bidor
3.
Rosmina
4.
Sahdan
e. nurmiah vs Bastari
Lintang
1.
amal
bakri, Dume
2.
maurni
ati
3.
yursa,
umang bg sasir garepes
4.
idar
5.
pendi
6.
amrin
7.
ahmad
8.
adi
9.
ilyas
f. Nuraini vs …
1.
farida
2.
butet,
sukaramai
3.
antok,
Malaysia
4.
agus
5.
titi
6.
lolom
7.
alm.
Siantar
8.
nilam
Ummi kalsum vs …
1.
erman
2.
Ibrahim
3.
Butet,
pedal
4.
Keneng
5.
Tulng
ucok
6.
Kecil
7.
Ros
8.
Sawal
9.
Lena
Fatimah, opung gandak
vs Abd. Qodir. Tukang gambar
- Mahyar > bg Lukman
- Indun> Ida, Kunni, Ahmad, Aser
- Samsi
- Sanusi
Memimpin Doa Di Kala Sakaratul Maut
Memimpin Doa
Di Kala Sakaratul Maut
Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran
terdengar syahdu menyentuh dan menggetarkan kalbu, terlebih lagi dibacakan pada
dini hari pukul 01.15 WIB di Bangsal Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum
(RSU) Medan. Apakah ini
pertanda masih ada iman di hatiku? Karena
Allah Swt telah mengingatkan dalam firman-Nya;
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut
nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,
bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal” (QS. Al-Anfal [8]:2).
Usman adalah sahabatku berasal
dari kampung yang sama dan cukup jauh dari Medan. Pada malam itu sedang menjaga
Ayahnya di RSU Medan yang kamarnya bersebelahan dengan kamar Abangku yang
terbaring dirawat di RS yang sama, sedang penyembuhan pasca operasi usus
buntunya. Usman adalah putra ketiga H.
Abdurrahman sebagai Imam Besar di Masjid
Jami’ Nurul Hidayah Kabupaten tempat ia tinggal di kawasan Sumatera Utara,
sebab itu kami memanggilnya Pak Imam.
Usia Pak Imam mencapai 80
tahun merupakan umur yang cukup dan sudah melampaui usia Nabi Muhammad Saw
yaitu 63 tahun. Pada waktu mudanya Pak Imam berdagang hasil bumi yang ia kumpulkan dari pedagang-pedagang
kecil. Mengingat usianya yang kian lanjut, maka beliau
menghentikan usahanya dan lebih berkonsentrasi pada kegiatan sosial
kemasyarakatan terutama bidang keagamaan.
Beliau mempunyai lima orang
putra dan putri. Salah satu putranya yaitu yang bungsu bernama Azman, seorang
dokter yang sedang meneruskan program lanjutan spesialis penyakit dalam. Malam itu
sedang bertugas sebagai Ketua Bangsal tempat Ayahnya terbaring sakit.
Kesehariannya, Pak Imam
bukanlah seorang yang ahli berdakwah seperti ustaz-ustaz di televisi, bahkan
beliau banyak diam daripada bicara karena sering terbenam dalam zikir kepada
Allah Swt. Namun beliau mampu memberikan pencerahan atau penjelasan manakala
ada yang bertanya tentang hukum-hukum agama berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw. Talenta untuk menekuni bidang agama
tersebut, sebenarnya mengalir dari ayahnya atau kakek Usman yang juga sebagai seorang
ulama besar di daerahnya dan pernah bermukim di Makkah Al-Mukarramah.
Pak Imam adalah seorang yang
sangat bersahaja, sehingga sebutan Imam Besar dari Kabupaten untuk beliau tidak
diketahui oleh keluarganya, karena beliau merasa kecil di hadapan manusia,
terlebih lagi dikala bersimpuh di hadapan Allah Swt. Serban kebesaran hanya dipakai manakala memimpin salat
Idul Fithri dan Idul Adha saja.
Sakit yang diderita Pak Imam adalah
katub bilik jantung bocor. Ia dirawat di ruang khusus penyakit dalam. Segala kemudahan dalam perawatan diperoleh oleh Pak Imam berkat
posisi putranya sebagai Kepala Bangsal tempatnya dirawat.
Pak Imam berangkat dari kampung menuju Medan ba’da salat Jum’at dan pada hari Sabtu
siang diopname di RSU Medan. Putra-putrinya sudah meminta kesediaan Pak Imam
agar mau berobat ke Jakarta, tapi Pak Imam menolak. Ibunda Usman mengamini
putusan suaminya dan berpesan kepada anak-anaknya agar menuruti kemauan Ayahnya.
Begitu cepat penurunan fisik
Pak Imam sejak hari Senin dan Selasa malam
sudah semakin melemah. Padahal menurut perkiraan dokter internist yang
merawatnya masih 90 persen kondisi baik. Semua ini merupakan ketetapan Allah
Swt, manusia hanya sebatas berdoa, berencana dan berusaha merealisasikan keinginan
mereka.
Pukul 01.15 WIB, Rabu dini
hari di tengah dinginnya malam, terdengar suara lirih Pak Imam memanggil Usman.
“Usman, kumpulkan seluruh keluarga yang hadir. Pimpinlah pembacaan surat Yasin
bersama”, katanya. Secara perlahan dalam kondisi berbaring, Pak Imam
menggerakkan tubuhnya menghadap ke sebelah kanan di samping Usman yang duduk di
kursi yang tersedia untuk memimpin pembacaan surat Yasin yang diminta Ayahnya.
Pada saat pembacaan surat
Yasin berlangsung, saya sedang di depan kamar rawat Pak Imam. Surat Yasin dilantunkan
dengan tartil dan khusuk di ruangan rawat inap dan diikuti oleh sanak keluarga.
Ternyata Pak Imam turut serta bersama-sama melantunkan surat Yasin dengan
lancar namun mata terpejam dipandu oleh Usman. Ternyata Pak Imam yang sedang
sakit berat dapat melafalkan surat
tersebut dengan baik, mungkin selama hidupnya Pak Iman mendawamkan pembacaan surat Yasin dan surat-surat lainnya. Setiap
hari beliau mengulang-ulang hafalannya.
Sesekali Usman memandang ke
wajah Ayahnya yang agak pucat dengan infus di tangan kanannya. Butir-butir keringat keluar
di dahinya yang dingin. Tampak rasa sakit yang diderita, namun dihadapi dengan
sabar karena tidak terdengar rintih kesakitan sedikit pun, hanya gerakan mulut
dan suara yang rendah terdengar mengikuti alunan pembacaan ayat-ayat firman
Allah.
“Apakah Ayahanda sedang
berjuang dengan sakaratul maut?” Pertanyaan itu terbetik sekilas dalam benak
Usman. Tapi segera dialihkan kembali matanya ke surat Yasin yang berada di
tangannya agar tidak keliru membaca.
Pembacaanpun usai.
Perlahan-lahan Pak Imam mengubah posisi tidurnya dengan telentang, wajahnya
menghadap ke atas langit-langit kamar RS. Matanya terpejam. Tampak butiran
keringat makin banyak di dahinya dan setitik air mata juga ikut jatuh dari mata
yang terpejam itu. Adik perempuan Usman segera menyeka muka beliau dengan
handuk kecil.
Sebagai seorang muslim, memang
harus mendawamkan membaca Al-Quran walau hanya satu ayat setiap hari, termasuk mengartikan maknanya.
Jangan sampai Al-Quran hanya dibaca sewaktu ada yang sedang
sakaratul maut dan hanya surat Yasin saja, padahal Al-Quran mengandung 114 surat. Pak Imam telah membiasakan membaca Al-Quran sejak kecilnya dan pada akhir hayatnya merupakan review dari kehidupan keseharian beliau.
Sambil sedikit membuka matanya
dan memandang Usman, dengan suara rendah tapi berat beliau berkata; “Usman, tolong seluruh sanak
keluarga yang hadir di sini berkumpul mendekat, aminkan doa saya.” Segera Usman
meminta kepada semua sanak saudara untuk berkumpul mendekat, termasuk juga yang
masih berada di luar kamar RS. Kedua tangan Pak Kiai bergerak memberikan isyarat
bahwa ia akan mulai berdoa:
“A’u zubillahi minasysyaitonir-rojim, bismillahir-rochman nirrochim.
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin, hamdan syakirin hamdan na’imin. Hamdan
yuwaafii ni’amahu wayukaafi mazidahu, ya
Rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghii li jalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik.
Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aalihi wa
shahbihi ajma’iin”
Ia diam sebentar. Ia lanjutkan
doanya dengan suara bergetar; Ya Allah ….
yang Maha Pengampun, ampunilah segala dosa kami dan anak cucu serta keturunan
kami. Ampunilah pula dosa kedua ibu bapa kami.“Ya Allah Ya Rochmaan ….. Berikanlah kami rezeki yang berlimpah
semata-mata adalah untuk menjadi ahli sadaqoh dan beribadah kepada-Mu. Bimbinglah
kami dan anak cucu serta keturunan kami untuk ditetapkan dalam Iman dan Islam,
diberikan kekuatan dan keselamatan, dipanjangkan usia dalam taat senantiasa
berada dalam lindungan-Mu.”
Ia berhenti berhenti sebentar.
Tarikan napas yang berat dari dadanya, ia lalu melanjutkan: ”Ya
Allah…. Ya Rachiim, jadikanlah anak cucu serta keturunan kami kelak laksana
mutu manikam dalam lautan kehidupan sebagai anak yang sholeh dan sholeha, taat
dan tunduk dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama-Mu. Jadikanlah anak cucu
serta keturunan kami menjadi anak-anak yang menyenangkan dan menyejukkan hati
kami.“
Langganan:
Postingan (Atom)



