Senin, 04 Januari 2016

PERNIKAHAN BUKANLAH SURGA YANG DIJANJIKAN

PERNIKAHAN BUKANLAH SURGA YANG DIJANJIKAN
Banyak yg mengeluh setelah menikah, banyak yang meragukan janji Nabi betapa BERKAHNYA Pernikahan, KENAPA???
Karena banyak yg beranggapan bahwa pernikahan adalah surga yang dirindukan atau yang dijanjikan... Padahal pernikahan adalah jalan pintas bagi suami atau istri utk mendapatkan tempat spesial di Surganya Allah swt. Tentunya bagi mereka yang berhasil menjadi suami seperti Nabi atau bagi istri yang mampu mencontoh kesabarannya para istri nabi.
Maka bersabar, bersabar, bersabar, dan bersyukur, bersyukur,dan bersyukur lagi, lagi, dan lagi bahkan sampai akhir, adalah merupakan komponen utama jika surga yang anda rindukan itu ingin engkau Rajud dan dapat dipastikan Jannah Firdausnya pun merindukanMu. 
Peluk cium utuk bidadari surga anda...


Kamis, 19 Februari 2015

MUKMIN YANG KUAT LEBIHBAIK DAN LEBIH DICINTAI ALLAH DARIPADA MUKMIN YANG LEMAH

Segala puji kita haturkan kepada Allah Subhana wa Ta’ala Dzat Yang Maha Hikmah dan ilmuNya meliputi segala sesuatu. Sholawat serta salam semoga senantiasa terhatur kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, kepada, istri-istri, keluarga, sahabat dan umat beliau.
Al Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya,


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنِ الأَعْرَجِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ».


Abu Bakr Bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair telah mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan, ‘Abdullah bin Idris telah mengabarkan kepada kami dari Robi’ah bin Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A’roj dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, Dia mengatakan, ‘Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda’,
“Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah, (namun) pada keduanya ada kebaikan. Besemangatlah (mengerjakan/terhadap) hal-hal yang bermafaat bagimu, meminta tolonglah kepada Allah dan jangan malas. Jika sesuatu (yang buruk) menimpa dirimu maka janganlah katakan ‘seandainya aku tadi melakukan ini dan itu’tetapi katakanlah Qodarullah (ini adalah takdir Allah) dan apa yang dikehendakinya pasti terlaksana. Karena jika engkau mengatakan ‘seandainya’ maka engkau akan membuka jalan bagi amalan syaithon”[1].
 Faidah-Faidah dari Hadits Di Atas :
Adanya penetapan bahwa Allah Subhana wa Ta’ala memiliki shifat mencintai yang sesuai dengan kebesaran Allah, shifat ini berhubungan dengan orang-orang yang dicintai dan juga setiap orang yang menegakkan kecintaan kepadaNya. Hal ini diambil dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ)
Hadits ini menunjukkan bahwa iman itu mencakup aqidah yang tertanam di dalam hati, perkataan lisan dan perbuatan anggota badan. Hal ini disimpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ), (احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ) dan (لَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ). Dan inilah defenisi iman menurut Ahlu Sunnah wal Jama’ah. (silakan lihat tulisan kami yang berjudul ‘iman adalah…….’ di : http://alhijroh.com/aqidah/iman-adalah/)
Iman bertambah dan berkurang. Hal ini dapat kita simpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ).
Seorang mukmin itu bertingkat-tingkat derajatnya. Hal ini dapat kita simpulkan dari potongan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ).
Perkara yang bermafaat itu ada dua jenis, [1]. Perkara Agama dan [2]. Perkara dunia. Seorang hamba membutuhkan perkara dunia demikan halnya ia juga membutuhkan perkara agama. Maka poros kebahagiaan itu adalah bersemangat untuk mendapatkan kedua hal tersebut namun harus dibarengi dengan adanya isti’anah (meminta pertolongan) kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Perkara yang bermanfaat berupa perkara agama/akhirat terbagi menjadi dua hal yaitu, [1]. ‘Ilmu Nafi’ (ilmu yang bermafaat) yaitu apa yang ada di dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Ilmu inilah yang dapat memberikan kebahagian di dunia dan di akhirat.
[2]. ‘Amal Sholeh yaitu amal yang terkumpul padanya dua hal yaitu ikhlas
kepada Allah dan Mutaba’ah kepada Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Adapun perkara yang bermafaat di dunia maka seorang hamba Allah haruslah mencari rizki dengan menempuh jalan/metoda yang layak dan paling bermanfaat bagi dirinya. Oleh karena itu hal ini berbeda-beda sesuai personnya. Kemudian hendaklah ia mencarinya diniatkan untuk memenuhi hak-hak bagi jiwa raganya pribadi dan/atau hak orang-orang yang menjadi tanggungannya (semisal anak, istri, orang tua yang telah papa) agar dapat terhindar dari meminta-minta dari manusia lainnya.
Ketika mencari rizki hendaklah dia tidak semata-mata bersandar pada kemampuannya, kecerdasannya maupun akalnya. Namun hendaklah dia menyandarkan urusannya kepada Allah dan berharap Allah mudahkan baginya serta memohon agar rizki yang dicarinya mendapat berkah dari Allah Subhana wa Ta’ala.
Adapun berkah pada rizki dapat saja terjadi dalam bentuk/tanda rizki tersebut [1] rizki tersebut menjadi faktor yang memperkuat ketaqwaan seorang hamba dan niat baiknya, [2] rizki tersebut diletakkan ditempat sebagaimana mestinya yaitu pada tempat yang wajib atau mustahab, [3] rezki yang dimilikinya dapat memudahkan urusan orang, semisal memberikan tempo bagi orang yang memiliki hutang padanya.
Kewajiban ridho terhadap takdir Allah setelah dia mencurahkan segenap kesungguhannya. Sehingga apabila sesuatu yang kurang menyenangkan hatinya menimpa dirinya maka dirinya akan merasa lapang dan tenang tentram sehingga bertambahlah imannya.
Adapun hukum penggunakan kata (لَوْ) ‘seandainya’ maka hukumya berbeda-beda tergantung niatnya. [1]. Jika diucapkan pada keadaan yang seseorang tersebut tidak mungkin lagi mendapatkannya maka pertakaan (لَوْ) ‘seandainya’ akan membuka pintu bagi amalan syaithon. [2]. Demikian juga halnya jika digunakan untuk menghayalkan/berharap keburukan dan maksiat. [3]. Adapun jika digunakan untuk mengharapkan/berharap kebaikan atau untuk menjelaskan ilmu yang bermanfaat maka terpuji.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan mudah-mudahan bermanfaat
[Disadur dan diterjemahkan dari Kitab Bahjah Qulub Al Abror syaikh ‘Abdur Rohman bin Sa’di hal40-46 terbitan Dar Al Kutub]
Aditya Budiman bin Usman (Semoga Allah menjauhkan kami dari api neraka)


Bahaya Terlalu Lama Duduk Bagi Kesehatan

Duduk merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh semua orang di semua lapisan umur. Banyak sekali waktu telah di habiskan pada kegiatan yang satu ini. Berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Bagi pekerja kantoran, banyak sekali pekerjaan yang harus mereka selesaikan dengan hanya duduk di ruang kerja. Begitupun bagi yang hobi berinternet, duduk selama berjam-jam pun tidak akan pernah mereka sadari. Padahal, ada fakta mengejutkan bahwa terlalu lama duduk pada aktivitas harian akan membahayakan kesehatan tubuh dan mengundang berbagai penyakit mematikan. Lalu, apa saja bahaya terlalu lama duduk bagi kesehatan tubuh tersebut....???
      Sahabat, tips kesehatan.Menurut the Diabetes Group at the University of Leicester, terkuak fakta bahwa seseorang yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk yang terlalu lama akan memiliki resiko besar terserang penyakit diabetes, jantung dan memperpendek usia. Para peneliti tersebut juga menyarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan untuk mengurangi atau menghilangkan berbagai efek buruk dari terlalu lama duduk tersebut. Menurut Prof Stuart Biddle dari loughborough University, mereka yang pergi ke tempat gym setelah seharian duduk memiliki kesehatan tubuh yang lebih baik daripada mereka yang langsung menonton televisi setelah seharian duduk dalam pekerjaannya.
     Kehidupan yang serba mudah di era di gital memang berdampak positif dalam hal mempercepat semua pekerjaan seseorang. Namun, tidak berdampak positif pada peningkatan kualitas kesehatan pada tubuh. Ini dikarenakan, rutinitas yang kita lakukan banyak dilakukan di depan komputer maupun laptop yang mengharuskan seseorang untuk duduk dalam waktu yang relatif lama. Berbagai solusi dapat kita lakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan berbagai dampat buruk akibat terlalu lama duduk tersebut.
Rutin berolahraga pagi selama 30 menit merupakan tips untuk menyehatkan seluruh anggota tubuh dan persendian anda. Anda dapat memulainya dengan berjalan santai, berlari pelan, bersepeda atau bahkan berenang.
Bagi pekerja kantoran, usahakan untuk memberikan jeda beberapa menit saat beraktivitas selama kurang lebih setengah jam. Dengan melakukan aktivitas jalan di tempat atau berjalan-jalan sebentar keluar ruangan kerja anda.
Bagi peselancar dunia maya atau yang hobi berinternet, maka berikan istirahat pada organ mata dan berjalanlah keluar ruangan selama beberapa menit setelah duduk selama 30 menit di depan layar komputer atau laptop.
Terlalu lama  menonton televisi akan memaksa seseorang untuk duduk dengan durasi waktu yang lama. Oleh karena itulah, bersegeralah mematikan televisi saat jam tidur malam telah tiba atau batasi untuk menonton acara televisi untuk hidup yang lebih sehat.  

Rabu, 04 Februari 2015

MINYAK URUT UNTUK ANAK TERLAMBAT BERJALAN/ TELAT JALAN/




Khusus untuk anak anak yang  terlambat berjalan :

Proses pembuatan 
          
1. Minyak ini terbuat  dari bahan baku yang berasal dari  kelapa hijau.
2. Setelah itu dari kelapa hijau itu di ambil minyaknya.
3. Kemudian minyak yang sudah di tanak  direndam selama 3 hari 3 malam.

Siap untuk diurutkan khususnya digunakan kepada anak yang belum bisa berjalan.

KHASIAT DAN KEGUNAAN
            Adapun khasiat dari miyak urut kelapau hijau ini ialah:
1. Memperkuat tulang anak-anak yang lemah karena dibawa lahir.
2. Menghillangkan rasa pegal-pegal karena keletihan dan menormalkan kembali saraf2 yang     tegang
3. TRAUMA MEMBUAT ANAK "MOGOK" JALAN


penjelasan lebih lanjut bisa dikunjungi webbwerikut ini ...
http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Kok-Anakku-Belum-Jalan-Juga
 

Oleskan keseluruh tubuh atau bagian yang sakit sambil diurut dari atas kearah bawah,
Anak yang belum bisa berjalan  Insyaallah akan lekas berjalan dan bagi bapak/ibu atau saudara/i  yang merasa pegal-pegal badan kecapean, ataupun terasa kaku akan terasa bugar kembali.





Bagi yang berminat silahkan dihubungi
via Telp. / whatsApp
hp:
 0822.7213.7170
0852.9737.4865 (WA)



Selasa, 21 Oktober 2014

PACARAN BOLEH NGGAK SIH

PACARAN BOLEH NGGAK SIH
kenapa sih harus pacaran?


-ada yang bilang, punya pacar perlu biar ada yang merhatiin..
itu ortu selama ini ngurusin dianggap apa ya
-ada juga yang bilang,  pacaran biar ada yang anterin ke sana kemari..
hihihi ini pacar apa tukang ojek
-buat yang alasan  pacaran biar semangat belajar..
menurut saya ini nggak adil banget untuk ortu kalian. kenapa?
berapa lama sih kenal pacar? apa yang aja yang sudah diberikan dia? bandingkan dengan kebersamaan dan apa yang sudah diberikan ortumu.
kebersamaan dengan ortu dan begitu banyak yang sudah mereka berikan. kenapa ortu nggak cukup menjadi motivasi belajar?
-atau pacaran perlu biar nggak seperti beli kucing dalam karung. kenyataannya, lama pacaran nggak menjamin langgeng pernikahan.
Ada remaja yang jawab pas ditanya kenapa  pacaran?
mumpung ada yang mau, Mbak
-atau  pacaran karena gengsi. yang lain sudah punya pacar kok saya belum.
kesannya nggak laku
Satu hal, kualitas dirimu tidak ditentukan oleh apakah kamu punya pacar atau tidak.
Punya pacar itu ada resikonya... mood naik turun. kalau pacar nggak perhatian, nggak cantumin status relationship di FB or twitter
-resiko lain dari pacaran siap-siap patah hati...
serius!
Jadi jangan  pacaran kalau nggak mau sakit hati, buang-buang waktu, air mata dan energi.
Pacaran nggak mendekatkan ke pintu surga.


-manfaatkan usia muda bukan untuk pacaran dan galau . tapi gali potensi untuk berprestasi dan mewujudkan mimpi diri dan orang tua.
Terbukti: pada akhirnya cinta kasih ortu dan keluarga yang paling tulus. kenapa harus mencari yang belum tentu murni?
-buat dirimu berharga, jadi muslim dan muslimah yang multi fungsi, berdaya bagi keluarga, bangsa dan umat. waktu nggak terbuang untuk pacaran.
-gunakan masa sebelum nikah untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan-Nya, menggali potensi yang ada dalam dirimu . ingat, laki-laki baik untuk perempuan yang baik.
bisa tanpa  pacaran.
-lalu benarkah pacaran nggak ada positifnya sama sekali? well, layakkah menempuh hal yang dilarang-Nya dengan alasan apapun?
dikutip dari Buku Twitografi Asma Nadia. semoga bermanfaat
Cara Pesan Online:
Gabung ke grup klik www.facebook.com/groups/tokoasmanadia
Top of Form

Bottom of Form


Kamis, 21 Agustus 2014

JALAN PAKANTAN RUSAK PARAH

PAKANTAN MANDAILING NATAL YANG TERABAIKAN

Marikita dukung Pembangunan di Pakantan



Add caption

Rabu, 27 November 2013

Hikmah Diciptakannya Tangan



Hikmah Diciptakannya Tangan
Add caption

Kemudian perhatikanlah hikmah diciptakannya tangan pada manusia atau alat-alat memegang bagi makhluk lain. Karena manusia diciptakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti membangun, menjahit, menulis dan sebagainya, maka ia diberi telapak tangan yang lebar dan tipis dengan jari-jari yang dapat dibentang dan digenggamkan, dilipat dan diulurkan, dikumpulkan dan dipisah-pisahkan. Sedang hewan ternak, karena tidak disiapkan untuk melakukan hal-hal tersebut, tidak diberi telapak tangan dan jari-jari seperti itu. Namun terkadang umat manusia tidak pandai bersyukur. Tidak mensyukuri nikmat dengan nikmat yang diberikan, Allah memberikan mata tapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, diberikan telinga tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah, diberikan tangan tidak digunakan untuk menegakkan agama Islam, mecegah kemungkaran. Malah yang terjadi ssebaliknya, dengan menggunakan kekuasaan ia melakukan pengrusakan di muka bumi Allah ini. Nauzubillah ... 
Allah sangat adil dalam membagi rezeki makhluknya dibumi dengan diperkuat oleh organ tubuh yang ada pada dirinya masing-masing. Seperti misalnya hewan buas dalam mencari rezki dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Karena sudah ditakdirkan makanan sebagian hewan itu didapat dari buruannya seperti hewan buas, maka diciptakanlah untuknya telapak-telapak yang kokoh yang memiliki kuku-kuku dan cakar-cakar yang dapat dipergunakan untuk menangkap hewan buruan, tapi tidak untuk pekerjaan kerajinan. Ini semua tentang hewan-hewan pemakan daging.
Adapun hewan-hewan pemakan tumbuhan, karena ditakdirkan tidak menangkap buruan dan tidak melakukan keterampilan, maka untuk sebagian hewan ini diciptakan kuku-kuku yang melindunginya dari kekerasan tanah apabila dia berkeliling mencari rerumputan. Sebagian lagi diberi tapal kaki yang cekung seperti telapak kaki manusia agar pas di tanah dan kuat bila ditunggangi dan diberi beban. Allah Ta’ala tidak menciptakan cakar dan kuku yang tajam untuknya karena dia tidak membutuhkannya ketika makan.
Miftah Ad Dar As Sa’adah – Ibnul Qoyyim Al Jauziyah.
Abul-Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah berkata :
وأن له يدين بلا كيف كما قال : { خَلَقْتُ بِيَدَيَّ } [ سورة ص ، الآية : 75 ] .
وكما قال : { بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ } [ سورة المائدة ، الآية : 64 ] .
“Bahwasannya Allah mempunyai dua tangan tanpa perlu ditanyakan bagaimananya (kaifiyah-nya), sebagaimana firman-Nya : ‘Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku’, dan juga sebagaimana firman-Nya : ‘Akan tetapi kedua tangan-Nya terbuka”.
Makna segi Bahasa :
[بلا كيف] : Tanpa menggambarkan bagaimananya secara spesifik bagi sifat Allah tersebut.
Dapat kita artikan
Penetapan sifat dua tangan terdapat dalam beberapa tempat dalam Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalil dari Kitabullah, telah disebutkan muallif(Abul-Hasan Al-Asy’ariy) sebagian di antaranya. Adapun dalil dari sunnah, Al-Bukhariyrahimahullah telah memuatnya dalam kitab Shahih-nya, bab : qaulullaahu ta’ala : limaa khalaqtu bi-yadaiy (Bab : Firman Allah ta’ala : ‘kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku’), yang merupakan bagian dari Kitaab At-Tauhiid. Ia (Al-Bukhaariy) membawakan sejumlah hadits shahih yang kesemuanya menetapkan sifat dua tangan Allahta’ala. Di antaranya adalah hadits Anas bin Maalik secara marfu’ tentang asy-syafaa’atul-‘udhmaa, yang padanya terdapat perkataan :
« يجتمع المؤمنون يوم القيامة فيقولون : لو استشفعنا إلى ربنا يُرِحْنا من مكاننا هذا ، فيأتون آدم فيقولون : يا آدم ، أما ترى الناس ؟ خلقك الله بيده وأسجد لك ملائكته وعلمك أسماء كل شيء ، اشفع لنا إلى ربك »
“Pada hari kiamat Allah mengumpulkan orang-orang mukmin. Lalu mereka berkata : 'Seandainya saja kita meminta syafaat kepada Rabb kita sehingga Dia bisa menjadikan kita merasa aman dari tempat kita sekarang ini ?’. Kemudian mereka menemui Adam dan berkata : ‘Wahai Adam, bukankah engkau menyaksikan (keadaan) manusia ? Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya, menjadikan para malaikat sujud kepadamu, dan mengajarkan kepadamu nama-nama segala sesuatu. Oleh karena itu, berikanlah syafa’at kepada kami kepada Rabb-mu”.
Dan juga hadits Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa yang padanya terdapat perkataan :
« إن الله يقبض يوم القيامة الأرض وتكون السماوات بيمينه ثم يقول : أنا الملك »
Sesungguhnya Allah akan menggenggam bumi pada hari kiamat dan langit-langit berada di tangan kanan-Nya, lalu berfirman : ‘Aku adalah Raja”
Dan juga hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, yang di dalamnya terdapat sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
« يد الله ملأى لا يغيضها نفقة سحَّاء الليل والنهار »
“Tangan Allah selalu penuh, tidak kurang karena memberi nafkah, dan selalu dermawan baik malam maupun siang
Nash-nash yang telah disebutkan di atas merupakan dalil penetapan (sifat) dua tangan bagi Allah subhaanahu wa ta’ala, tidak boleh di-ta’wil sedikitpun. Tidak mungkin memahami dua tangan kecuali dengan (makna) hakekatnya. Barangsiapa yang tidak membawa makna sifat dua tangan sesuai hakekatnya, maka ia seorang mu’aththil (orang yang menafikkan sifat Allah) terhadap sifat tersebut. Al-Imam Abu Haniifah rahimahullah secara jelas mengatakan bahwa siapa saja yang tidak membawa nash-nash sesuai dengan (makna) hakekatnya, serta men-ta’wil-kan sifat dua tangan dengan kekuasaan (al-qudrah) atau nikmat (an-ni’mah), sungguh ia telah mengingkari sifat itu sendiri.
 Abul-Hasan Al-Asy’ariy rahimahullah berkata :
وأن له يدين بلا كيف كما قال : { خَلَقْتُ بِيَدَيَّ } [ سورة ص ، الآية : 75 ] .
وكما قال : { بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ } [ سورة المائدة ، الآية : 64 ] .
“Bahwasannya Allah mempunyai dua tangan tanpa perlu ditanyakan bagaimananya (kaifiyah-nya), sebagaimana firman-Nya : ‘Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku’, dan juga sebagaimana firman-Nya : ‘Akan tetapi kedua tangan-Nya terbuka”.
       Dengan tangan ini orang bisa menjadi mulia, dan dengan tangan juga orang bisa menjadi celaka. banyak hal yang bisa dilakukan ketila lita punya tangan (kekuasaan). Dan adajuga orang yang menggunakan kekuasaannya untuk berbuat sewenang-wenang, bahkan menzalimi oranglain bahlan saudaranya sendiri.
 Subhanallah betapa beruntungnya orang yang menggunakan tangannya untuk yang disukai oleh Allah dan Rasulnya.
Sebaliknya amat merugilah orang yang menggunakan tangannya dengan hal-hal yang tidak disukai malah dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya